Seputar Karawang

Suara Tokoh Muda Untuk Cibeet

By:
2016-07-13 12:51:42
0 dilihat

Karawangkita.com - Nace Permana Ketua LSM Lodaya, H. Dian Kurnia dari komunitas Karawang Guyub, H. Mahar Kurnia Ketua Putera Karawang adalah para tokoh - tokoh muda karawang yang berusaha ingin menjaga lingkungan daerahnya, khususnya pencemaran air sungai cibeet yang sudah lama di cemari limbah produksi salah satu Perusahaan terbesar di Karawang.

Bukan hal baru permasalahan ini di suarakan oleh segenap masyarakat Karawang, dari pertengahan tahun 2015 masalah ini mulai mencuat, dari berbagai komunitas dan LSM yang mencoba untuk menyuarakan permasalahan ini, akan tetapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Menurut Nace Permana atau biasa akrab disebut Kang Nace, hal ini menjadi berlarut - larut karena mereka yang dulu menyuarakan ini semua, besar kemungkinan belum tahu bagaimana cara yang baik dalam melaporkan hal ini. "Ya kita harus mempersiapkan semuanya dulu, untuk melaporkan ini semua", ucap Kang Nace.

Bukan hanya itu, beliau pun menghimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar bantalan sungai Cibeet supaya lebih bersinergi, jangan sampai ketika semuanya sudah bersinergi, ada pihak tertentu yang lebih berpihak pada perusahaan tersebut, ini semua terjadi di mungkinkan adanya kesepakatan - kesepakatan dari pihak tertentu dengan pihak perusahaan sehingga terjadinya permasalahan yang berkepanjangan.

Kang Nace pun berkomentar agar pihak perusahaan dalam hal ini PT Pindodeli 3, yang sudah berganti nama dari yang sebelumnya PT EKN, harus mau berinvestasi lebih besar untuk menanggulangi permasalahan ini. "Ya kalau ga mau mah, kita eksekusi langsung aja!" Limbah cair, bahkan mengandung B3 yang sangat jauh melampaui batas dan berbahaya sepanjang aliran Sungai Cibeet, hingga menimbulkan efek jangka panjang yang mempengaruhi lingkungan sekitar serta mempengaruhi air serapan di sekitaran sungai.

Dalam hal ini Kang Nace pun menghimbau agar masyarakat mau bersatu. "Selanjutnya kamipun akan melaporkan ini semua hingga ke tingkat Nasional, karena hingga saat ini masalah ini hanya mandek di daerah dan Propinsi Jawa barat belum naik ke tingkat Nasional, jika nantinya mandek juga, mungkin harus kasus ini harus di bawa ke tingkat Internasional, agar Pemerintah mau ikut serta membantu juga untuk menyelesaikan masalah yang telah berjalan 2tahun ini!", tuturnya.


Komentar
Belum ada komentar saat ini
Buat Komentar